• Quality Services Beyond Customer Expectations
  • (021) 30066109-112
  • ssi@ssilink.co.id

Berita Selengkapnya

img

11

Oct

Peran Serta SSI Dalam Kegiatan CBP & CBS area Jambi

Oct 11, 2021 BERITA

Sabtu, 09 Oktober 2021 pada meeting Room BW Luxury Hotel Jambi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi jambi (KPw BI Jambi) menyelenggarakan acara meningkatkan pemahaman tentang Cinta Bangga dan Paham Rupiah (CBP) serta Evaluasi Pelaksanaan Implementasi Aplikasi Core Banking System (CBS) Modul Cash Management dengan diikuti oleh 30 perbankan dan 4 PJPUR di Provinsi Jambi, Central Operational Unit (COU) Jambi ikut serta dalam acara tersebut diwakilkan oleh sdr. Wahyu Nugraha dan sdr. Monang P. Purba. Dalam acara tersebut dibuka langsung oleh Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Ibu Suti Masniari Nasution.

Dalam acara ini KPw BI Jambi mensosialisiasikan penggunaan sistem pembayaran yang ramah dan meminimalisir penyebaran COVID-19 yaitu menggunakan smartphone pada aplikasi fintek dan perbankan yaitu QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), QRIS adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking. QRIS sendiri mempermudah dan menyatukan aplikasi mobile banking dan fintek agar dapat memudahkan transaksi hanya dengan scan barcode pada aplikasi bisa lakukan pembayaran dengan mudah, cepat dan aman. “QRIS sendiri pada Provinsi Jambi telah mencapai 99.921 ribu pengguna pada merchant data update pada 17 september 2021 , target Bank Indonesia Jambi pada akhir tahun ini agar mencapai 125.000 ribu pengguna pada merchant” ujar Lidya Susilo sebagai pemateri dari BI Jambi.

Edukasi Rupiah yang selama ini dipahami oleh masyarakat, cenderung terbatas pada kelayakan kondisi fisik uang. Kini edukasi diperluas, tidak hanya untuk memahami Rupiah sebagai uang tunai, namun juga sebagai uang non tunai. Oleh karena itu, edukasi Rupiah telah mengalami rebranding, yang awalnya berfokus pada fisik uang yaitu 3­D: Dilihat, Diraba dan Diterawang. Juga  5J yakni: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan dibasahi, dan Jangan distapler. Kini menjadi edukasi yang holistik yaitu Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Kemudian untuk pemahaman Cinta Bangga dan Paham Rupiah, Arisanto kasir KPw BI Jambi mengatakan bahwa program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah merupakan salah satu upaya untuk kembali menguatkan nilai mata uang Indonesia, mengingat ini sangat berdampak pada nilai tukar.

“Kegiatan sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP)  Rupiah bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rupiah dengan cara merawat, memperlakukan dengan baik, dan mengetahui ciri-ciri keaslian Rupiah. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa bangga pada diri masyarakat, bahwa Rupiah merupakan salah satu simbol negara, identitas bangsa, dan menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI,” jelas Arisanto.

Kemudian kepala kasir KPw BI Jambi bapak Maulana melakukan pemaparan dan melakukan sesi diskusi dan Tanya jawab terkait implementasi sistem terbaru yang baru go live pada bulan September tempo lalu hampir satu bulan yaitu Core Bangking System , pada sesi ini hampir semua perbankan menyatakan tidak ada kendala yang berarti hanya saya beberapa kendala teknis sperti jaringan internal perbankan , karena untuk mengakses BISILK (Bank Indonesia Sistem Informasi Layanan Kas) pada proses Setor, Tarik maupun Tukar Bank Indonesia harus membutuhkan jaringan yang stabil, “untuk sistem dapat mempermudah kami malah makin merampingkan dokumen pendukung” ujar pak Nurdianto –perwakilan bank BCA Jambi.

Salam,
#SSIGoRebound #GaNyerah #AyoBerubah